Tuesday, May 19, 2009
Nostalgia 2
menapaki jalanan sempit di ujung gang ini
sembari menghirup udara nan sejuk membelai
kembali aku ke suatu masa silam
saat-saat mengakrabi alam di negeri mimpi

tentang indahnya kisah bersama yang bergema
tentang kesejukan hati yang berbalut damai
tentang mimpi sang pengembara yang mewujud
tentang rindu sang pewarta yang menggebu

semua membekas erat
semua terpahat lekat!

ah....mimpiku tidak selamanya ilusi!

milwaukee051909


Monday, May 11, 2009
Kota Angin!
menatap langit gelap dan daun-daun layu
mencecap derap angin berhembus
terbayang wajah-wajah kusut
menghujat sang alam yang tak lagi bersahabat

---come on---

kota anginku sayang
jangan kembali ke masa usang
karena diri ini lelah berbalut sang dingin

(ehm....kapan aku bisa bilang "it's nice weather, isn't it?)


Celoteh Jiwa untuk Sang Ibu!
Sulaman cinta yang kau taut
Melengkapi hiasan sutra hidupku
Jendela-jendela kasih yang kau buka
Mengizinkan kumasuk, menari dalam hatimu
Pintu-pintu maaf yang kau gelar
Membuatku kembali berbinar menatap sang asa

Rangkaian kata yang kau alun
Senyum tulus yang tersimpul
Tatap matamu yang lembut
Menjelma menjadi mantra doa yang indah

Adakah untaian kata terindah yang pernah terdengar selain bisikmu di suatu malam ketika mata mengatup tiba.
Adakah nyayian termerdu yang pernah terlantun selain dari bibir manismu ketika duka merasuki jiwa anakmu.
Adakah petuah bermakna yang selalu terngiang di pikir dan hati selain dari hatimu yang lembut saat ragu menelimuti jiwa anakmu

Ibu,
Senyummu adalah mentari pagi
Hangat memeluk kala aku memulai hari
Kasih sayangmu adalah lukisan hati
Goreskan kenangan dalam sunyi sepi

Ibu,
Gendang usang rinduku telah lama di tabuh
Dawai baktiku tak sabar tuk segera di petik
Adakah kesempatan bagi kita tuk berlabuh?
Walau terlihat bagi kita hanya ada satu titik

Semua kau berikan karena ketulusan
Semua kau berikan karena cinta
Semua kau berikan karena harapan

Ibu celoteh jiwa ini kembali terngiang saat kuingat sapamu:
“Hai anakku tataplah ke depan,
Karena cintaku, harapku untukmu seorang!
Dalam doaku namamu kusebut!


Putaran hari!
Aku ingin menatap ke depan
ke sebuah titik bernama target
mengincarnya jauh-jauh
tak kan lepas kau dari tatapku

jam lima sore
menjadi hitungan berbalik
ah...senja telah sambutku

akan kubuka cendela kamarku
biarkan angin semilir menerobos masuk
ah.....segar!

aku takkan sesali lagi
putaran hari yang tidak pernah menjadi 48 jam!


Sunday, May 03, 2009
enam dawai gitarku!
memang tidak seberapa jauh
dari jangkauan tangan ini
namun tak kuasa aku memainkannya

Enam dawai gitarku
terasa fals pagi ini
ada yang bernyanyi semalaman

ah....aku bermimpi lagi!


Friday, May 01, 2009
Kisah Cinderela di balik Jendela!
Ada yang tersisa dari kisah cinderela di balik jendela
sesudah keberlaluan sang peri dari peraduannya
tentang nazar yang terlanjur terucap
yang tak pernah terlupakan

kisahnya tak pernah berlalu
tak pernah melesat seperti diimpikannya
saat tertidur di malam kelam

batas hari yang berbeda
batas waktu yang berbeda
ciptakan fatamorgana
saat bayang sang peri menghampirinya

harinya takkan berubah
hadirnya tak pernah berubah

hanya rindunya kian mengharu-biru!


Wednesday, April 22, 2009
EUREKA sang pengembara!
Saat yang kunanti adalah saat aku kembali kebermulaan saat mengagumi misteri kejadianku. Tidak terasa waktu berlalu dan aku pun larut dalam keberlaluan itu. Ada saat-saat mencengangkan ketika kejutan-kejutan terjadi bak rentetan skenario tak bertuan. Ada saat-saat sendu ketika peristiwa-peristiwa berlalu lepas dari pemaknaan. Semuanya berbaur dalam ketegangan abadi. Inilah seni hidup ketika aku berdiri tegak di antara realitas paradoksal.

Saat yang kunanti adalah saat aku kembali kebermulaan saat mengagumi misteri kejadianku. Saat-saat seperti ini aku ingat kembali akan sebuah mimpi. Mimpi akan sebuah hidup dalam kebermaknaan saat derita lenyap dan surga menjadi nyata. Aku suka bermimpi akan Dia yang datang dalam segala kebesaran-Nya dan menghapuskan segala derita dunia. Dia hadir dalam cakap solilokui, dalam bisik lembut! “Engkau akan menjadi duta-KU”. Pikirku mengembara ke kisah sang Krisna dalam Baghavad Gita “Mungkinkah Engkau mengutusku sebagai duta untuk meyakinkan bahwa dunia adalah tempat berpentas? Atau menyakinkan sang Arjuna tentang dharma?”

Dan hidup tetaplah misteri!

Saat yang kunanti adalah saat aku kembali kebermulaan saat mengagumi misteri kejadianku. Saat-saat seperti ini aku ingat kembali kategori pikirku tempat aku memasukkan persepsi dan pemahamanku. Ibarat bejana disanalah aku mengurung Dia, Dia yang selalu lepas dari pikirku. Aku sempat meragukan-Nya, sempat berpikir membuang-Nya dan menggantikannya dengan berhala.

Namun Ia tak rela melepaskanku dalam keremangan hidup!

Saat yang kunanti adalah saat aku kembali kebermulaan saat mengagumi misteri kejadianku.
DIA adakan aku dari ketiadaan!

EUREKA! Engkau ADA !

Terima kasih TUHAN !

(catatan lusuh yang tak pernah lantak setahun yang lalu)


Saturday, April 18, 2009
Celoteh Pagi
Hari ini terasa beda
pagi merekah
indah
tak akan ada lagi hitungan menuju senja

mimpiku akan terasa sempurna!


Friday, April 17, 2009
Musim semi telah tiba!
(1)
Musim semi telah tiba!
Akan kutepati janjiku mengarak langkah pongahku ke seberang danau membiru, membius diri dalam hangat sang mentari dan semilir angin yang berhembus. Ah.....tak sabar lagi kakiku menginjak kerasnya jalanan di tepian air beriak, tak sabar lagi mataku memandang ke titian berkelok, tak sabar lagi tanganku berayun ke arah bola berpendar di ujung jalan sambil berharap sirnanya kebiruan yang menghantu ini.

(2)
Musim semi telah tiba!
Lupakani cakrawala sang petang yang telah menjadikan malam terasa semakin panjang. Dan...lihatlah undangan pesta sang siang dalam cahayanya yang tak pernah redup. Sang siang dan petang tunjukkan wajah yang bersahabat.

(3)
Musim semi telah tiba!

ah....di mana kusimpan sepatu bolaku?